Di tengah situasi politik dan pemerintahan yang sedang berada di ambang isu konflik serta perpecahan, pemuda dituntut untuk hadir sebagai pionir utama dalam menyelesaikan berbagai permasalahan umat dan bangsa di masa depan. Tantangan ini jelas bukan perkara yang mudah. Jika melihat dinamika yang terjadi belakangan ini, kondisi bangsa sering kali diwarnai oleh ketegangan sosial, baik yang bersumber dari kebijakan pemerintahan maupun dari pergesekan di tingkat masyarakat yang tak jarang sengaja diadu domba oleh kepentingan politik tertentu.
Gejolak dan ketidakpastian ini pada akhirnya kerap menempatkan organisasi kemasyarakatan dalam posisi yang serba ambigu dan dilematis. Banyak ormas merasa bingung dalam menentukan arah pergerakan agar tetap stabil dan konsisten di tengah gempuran polemik yang terus bergulir. Padahal, sebagai bagian dari organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah, pergerakan pemuda tidak boleh kehilangan arah. Arah perjuangan seharusnya tetap kokoh selama berlandaskan pada nilai-nilai dasar Kemuhammadiyahan, yaitu menegakkan prinsip amar ma’ruf nahi munkar serta membawa misi pembaruan (tajdid) yang senantiasa mencerahkan peradaban.
Semangat dan nilai luhur itulah yang berusaha dijawab dan dibuktikan secara nyata oleh Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Ponorogo. Berlandaskan niat tulus dan keikhlasan berkhidmat untuk kemaslahatan umat dan bangsa, PDPM Ponorogo terus melangkah mantap tanpa ada keraguan sedikit pun. Nilai-nilai dasar Muhammadiyah tidak sekadar dijadikan jargon formalitas, melainkan diterjemahkan secara nyata melalui eksekusi program kerja yang terukur, suksesnya proses perkaderan yang ditandai dengan terus meningkatnya jumlah anggota baru, serta aksi pergerakan sosial yang berlangsung secara masif hingga hari ini.
Di bawah kepemimpinan Darmanto Saputro, M.IP, PDPM Ponorogo berhasil membangun dan membina barisan kader yang tangguh sebuah barisan yang siap bergerak aktif, responsif, sekaligus kokoh bertahan di tengah banyaknya problematika kebangsaan yang kian kompleks. Kepemimpinan yang solutif ini mampu menyatukan potensi seluruh elemen kader menjadi kekuatan pergerakan yang solid dan terarah.
Menuju pertengahan periode kepengurusan kemarin, komitmen tersebut kian ditegaskan lewat gelaran Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) yang mengusung tema besar “Bertumbuh, Berakar, dan Berdampak”. Agenda strategis ini menjadi bukti konkret atas konsistensi pergerakan organisasi. Dihadiri oleh puluhan kader militan dari berbagai cabang di tingkat kecamatan, perhelatan ini menunjukkan betapa kuatnya sinergi yang terjalin. PDPM Ponorogo membuktikan bahwa dakwah Islam yang berkemajuan tidak hanya berpusat di lingkaran kepemimpinan daerah saja, tetapi benar-benar menjangkau, merangkul, dan memberi manfaat nyata hingga ke pelosok-pelosok desa di Kabupaten Ponorogo.
Tentu harapan besarnya ke depan, PDPM Ponorogo dapat terus merawat komitmen dan konsistensi pergerakan ini secara berkelanjutan hingga akhir periode dan masa-masa yang akan datang. Semoga dari rahim pergerakan ini, senantiasa lahir gagasan-gagasan segar serta program kerja baru yang jauh lebih hebat, inovatif, dan berdaya guna tinggi. Dengan demikian, Pemuda Muhammadiyah Ponorogo dapat terus berdiri tegak sebagai garda terdepan pembela masyarakat, menjadi benteng pencerah umat, sekaligus pelopor solusi nyata bagi kemajuan bangsa.
#Muhammad Dimas Anjahuddin