MI Muhammadiyah Ponorogo Mantapkan Langkah Menuju Madrasah Digital Lewat Workshop

Guna menjawab tantangan pendidikan di era serba cepat, MI Muhammadiyah Ponorogo menggelar workshop pelatihan digitalisasi bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan pada Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini menjadi pijakan awal bagi sekolah untuk bertransformasi penuh menuju status Madrasah Digital.

Melalui agenda ini, MI Muhammadiyah Ponorogo berfokus pada penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) serta perancangan aplikasi digital terintegrasi guna mendukung efisiensi akademik dan pembiasaan ibadah siswa.

Hadir sebagai narasumber utama, Ketua Pokjawas Jawa Timur, Ruslan Thohirin, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa langkah percepatan digitalisasi di tingkat pendidikan dasar sudah sangat mendesak. Menurutnya, pola pengajaran konvensional harus beradaptasi dengan realitas perkembangan zaman.

“Pendidikan abad 21 tidak cukup hanya mengandalkan buku dan papan tulis. Anak-anak kita hidup di zaman HP, internet, dan AI. Jika madrasah tidak ikut bergerak, maka akan tertinggal,” ujar Ruslan Thohirin di sela-sela penyampaian materi.

Workshop ini menghasilkan tiga pijakan utama strategi digitalisasi madrasah:

  • Penguatan SDM dan Literasi Digital: Peningkatan kompetensi guru dalam mengelola Google Classroom dan media ajar interaktif, pelatihan digital skill dasar untuk siswa, serta keterlibatan orang tua dalam pemantauan via sistem online.

  • Penerapan Sistem Aplikasi Konkret: Peluncuran tiga aplikasi berbasis pemindaian (scan), yaitu E-Absen (kehadiran terintegrasi notifikasi ke wali murid), Dhuha Tracker (pencatatan ibadah dhuha dan kultum via QR Code), serta E-Perpus (sistem peminjaman buku perpustakaan digital).

  • Efisiensi dan Akurasi Pembelajaran: Pemanfaatan teknologi difokuskan untuk mempermudah administrasi guru dan menghadirkan metode belajar yang lebih interaktif.

Meskipun menyadari adanya kendala teknis seperti kesiapan perangkat dan stabilitas jaringan, pihak pemateri meyakini keterbatasan tersebut dapat diatasi secara bertahap melalui komitmen bersama.

“Tentu tantangannya ada. Mulai dari jaringan internet, perangkat, hingga kemampuan guru. Tapi jika dimulai dari sekarang, selangkah demi selangkah, kami yakin MI Muhammadiyah Ponorogo bisa menjadi salah satu percontohan Madrasah Digital di Kabupaten Ponorogo,” tambah Ruslan.

Melalui perpaduan antara nilai-nilai keislaman dan inovasi teknologi digital, MI Muhammadiyah Ponorogo optimistis mampu melahirkan generasi santri yang tidak hanya berakhlak mulia dan cerdas, tetapi juga memiliki daya saing di kancah global.

#Musyahid, M.Pd || Guru MI Muhammadiyah Ponorogo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *