Prodi Ekonomi Syariah UMPO dan JATAM Ponorogo Gelar Workshop Kewirausahaan Olahan Koro Pedang

Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) berkolaborasi dengan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Ponorogo sukses menggelar Workshop Kewirausahaan 2026 pada Minggu, 9 Agustus 2026. Mengusung tema “Penguatan UMKM untuk Ekonomi Umat”, acara yang bertempat di Joglo Klengkeng, Babadan, Ponorogo ini difokuskan pada pelatihan pengolahan tanaman koro pedang menjadi produk pangan bernilai jual tinggi.

Pelatihan ini menghadirkan praktisi dari Oemah Koro Wonogiri, Sukesi, sebagai pemateri utama. Dalam sesi praktik, para peserta diajarkan langsung cara memproses koro pedang menjadi olahan makanan, tempe, hingga susu koro.

Kaprodi Ekonomi Syariah UMPO, Adib Khusnul Rois, M.E., menegaskan pentingnya kolaborasi antar-lembaga dalam menciptakan ekosistem bisnis berbasis syariah.

“Sinergi antara perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan pelaku UMKM sangat penting dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang kuat. Kolaborasi ini dapat menjadi ruang untuk mengembangkan keterampilan, inovasi, dan peluang usaha masyarakat yang selaras dengan nilai-nilai ekonomi syariah,” kata Adib Khusnul Rois saat memberikan keterangannya di lokasi acara.

Dukungan serupa disampaikan oleh Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UMPO, Dr. Katni, M.Pd.I. Ia mengingatkan para peserta agar nilai kemanfaatan tetap menjadi landasan utama dalam berbisnis.

“Semangat kewirausahaan tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat serta berkontribusi dalam memperkuat ekonomi umat,” ujar Katni.

Sementara itu, Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Ponorogo, Drs. Bambang Triono, M.Si., berharap agar program pemberdayaan seperti ini terus berlanjut.

“Kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan UMKM harus terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutur Bambang Triono.

Melalui pelatihan pengolahan koro pedang ini, pihak penyelenggara berharap para peserta JATAM Ponorogo tidak hanya berhenti pada tahap belajar, tetapi dapat melahirkan produk UMKM lokal yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing pasar demi kemandirian ekonomi umat.

#Kang Nano

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *