Tim RisetMu Kaji Penerapan Microfinance Islam BMT Muhammadiyah Surya Kencana dalam Pemberdayaan UMKM di Ponorogo

Tim peneliti penerima Hibah Riset Muhammadiyah (RisetMu) Batch IX Tahun 2025/2026 resmi melaksanakan penelitian lapangan terkait penerapan Islamic microfinance dan pengembangan Sumber Daya Insani (SDI) di BMT Muhammadiyah Surya Kencana Balong, Jumat (15/5/2026).

Riset ini berfokus pada dampak pembiayaan syariah terhadap pertumbuhan dan keberlanjutan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo.

Tim peneliti terdiri dari dosen Universitas Muhammadiyah Ponorogo, yakni Adib Khusnul Rois, M.E. dan Anip Dwi Saputro, M.E., serta melibatkan Nichita Arzeti Mahardika sebagai perwakilan mahasiswa yang aktif dalam pengumpulan data lapangan.

Kegiatan Musyawah di BMT Surya Kencna balong Ponorogo

Sinergi Lembaga dan Dukungan Transparansi Data

Dalam pelaksanaannya, BMT Muhammadiyah Surya Kencana Balong membuka akses seluas-luasnya bagi tim peneliti untuk melakukan observasi menyeluruh, wawancara mendalam, hingga penyediaan data secara objektif.

Direktur BMT Muhammadiyah Surya Kencana Balong, Tri Kuntoro, S.E., menyambut baik langkah akademisi ini dalam mengukur efektivitas peran lembaga keuangan syariah yang dipimpinnya.

“Kami sangat terbuka dengan kehadiran tim peneliti. Kerja sama ini menjadi momentum evaluasi sekaligus pembuktian bahwa peran BMT tidak hanya sebatas memberikan pembiayaan berbasis akad syariah seperti murabahah, mudharabah, maupun musyarakah, tetapi juga membina moral dan bisnis para pelaku UMKM di Balong,” ujar Tri Kuntoro, S.E.

Kolaborasi Strategis untuk Ekonomi Berkelanjutan

Ketua Tim Peneliti, Adib Khusnul Rois, M.E., menjelaskan bahwa keberhasilan implementasi microfinance Islam di tingkat tapak sangat bergantung pada jaringan sosial dan sinergi bersama mitra strategis, mulai dari pengurus internal, tokoh masyarakat, hingga pemerintah desa.

“Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam bagaimana sistem pembiayaan syariah dan penguatan SDI di BMT Surya Kencana mampu menjadi motor penggerak ekonomi warga. Kami berterima kasih kepada Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah melalui program RisetMu, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, pihak BMT, serta para pelaku UMKM yang telah berkontribusi memberikan data secara objektif,” ungkap Adib Khusnul Rois, M.E.

Melalui riset berbasis kebutuhan masyarakat dan nilai-nilai Islam berkemajuan ini, hasil penelitian diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah serta mewujudkan UMKM yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan di Kabupaten Ponorogo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *