Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) sukses menggelar Pameran Karya Mahasiswa di halaman kampus UMPO pada Ahad (5/7/2026). Dimulai sejak pukul 07.00 WIB, pameran media pembelajaran ini berhasil memikat ratusan pengunjung hingga sejumlah karya kreatif mahasiswa habis terjual di tempat.
Pameran ini menampilkan beragam inovasi alat peraga dan media edukasi hasil tugas perkuliahan mahasiswa. Mulai dari kreasi kain perca, pemanfaatan bahan alam, karya kriya, hingga buku cerita dan komik bergambar yang dirancang khusus untuk metode pembelajaran interaktif anak usia SD/MI.
Ruang Apresiasi dan Bukti Nyata Inovasi Calon Guru
Ketua Panitia Pameran, Ahmad Ilham Agung, menjelaskan bahwa agenda ini bukan sekadar ajang pamer eksistensi semata. Kegiatan ini merupakan jembatan bagi mahasiswa PGMI untuk menguji inovasi mereka langsung di tengah masyarakat.
“Pameran ini bukan hanya soal eksistensi atau sekadar memajang hasil karya. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap karya mahasiswa PGMI yang telah menginovasikan ide-idenya ke dalam realitas pembelajaran. Apa yang sebelumnya hanya berupa gagasan, hari ini dapat dilihat, disentuh, digunakan, bahkan mendapatkan apresiasi langsung dari masyarakat,” ujar Ahmad Ilham Agung di lokasi acara.
Ilham menambahkan, tantangan dunia pendidikan dasar saat ini menuntut calon guru untuk tidak sekadar menghafal teori, tetapi harus mampu menciptakan pengalaman belajar yang dekat dengan dunia anak.
“Kami ingin menunjukkan bahwa calon guru tidak cukup hanya menguasai teori. Mahasiswa juga harus mampu menciptakan, mengembangkan, dan menghadirkan inovasi pembelajaran. Bahkan dari kain perca, bahan alam, maupun bahan sederhana di sekitar kita, dapat lahir karya yang menarik, edukatif, dan memiliki nilai ekonomi,” tambahnya.
Mencetak Pendidik Masa Depan yang Adaptif dan Berjiwa Entrepreneur
Apresiasi tinggi turut datang dari Kepala Program Studi PGMI UMPO, Dr. Lilis Sumaryanti, M.Pd. Ia menilai kemampuan membaca kebutuhan peserta didik dan mengolah bahan sederhana menjadi media pembelajaran kontekstual adalah kompetensi mutlak bagi guru masa depan.
“Kami sangat mengapresiasi kreativitas mahasiswa yang mampu mengembangkan ide menjadi karya nyata. Bagi kami, pameran ini bukan sekadar menampilkan produk akhir, tetapi juga memperlihatkan proses belajar mahasiswa dalam menghubungkan teori, kreativitas, keterampilan, dan kebutuhan nyata pembelajaran di SD/MI,” ungkap Dr. Lilis Sumaryanti, M.Pd.
Menurutnya, fakta bahwa ada karya mahasiswa seperti komik visual dan kriya yang dibeli oleh pengunjung menunjukkan sinyal positif. Media pembelajaran ternyata memiliki potensi besar jika dikembangkan sebagai produk industri kreatif berbasis pendidikan (edupreneurship).
“Mahasiswa PGMI dipersiapkan menjadi calon pendidik yang mampu menjawab tantangan zaman. Guru masa depan harus kreatif, adaptif, dan mampu menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan serta bermakna. Karena itu, karya-karya seperti ini perlu terus diberikan ruang, diapresiasi, dan dikembangkan agar tidak berhenti sebagai tugas perkuliahan semata,” pungkasnya.
Melalui pameran ini, PGMI UMPO membuktikan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang aplikatif. Mahasiswa tidak hanya dilatih memproduksi media belajar, tetapi juga diasah kemampuan komunikasinya dalam mempresentasikan gagasan di ruang publik. Dari bahan sederhana di ruang kuliah, lahir inovasi nyata untuk masa depan pendidikan dasar di Indonesia.
- Nur Rohman Mahmudi